Minggu, 10 Juni 2012

Kembali ke Bulan Juni


detik demi detik waktu terus berlalu, detik yang berlalu tak mungkin kembali dan terulang kembali. detik demi detik yang telah di sia-siakan berlalu hanya sebagai penyesalan. dan detik demi detik yang akan datang hanya hanya sebagai ketakutan.

tak terasa saat ku melewati bulan juni umurku telah tepat menempati angka 14 tahun berdiri menginjak tanah di dunia ini. entah kapan berakhirnya perjalanan mencari arti hidup yang sedikit-demi sedikit yang aku per-oleh dengan seiring bertambahnya pengalaman.

telah begitu banyak kesalahan dan kehilafan yang telah aku perbuat. berbagai problema hidup yang silih bergantian menghampiri, mewarnai, dan menghangatkan kehidupanku. memang sakit, tetapi apa daya. semua bagaikan pisau berkarat yang sedang di asah agar menjadi tajam. memang mudah untuk mengasah pisau yang berkarat, seberapa banyak pun karatnya pasti akan tajam, tetapi semua butuh proses. nahh proses inilah dimana kepedihan, sakit, kecewa,penyesalan, kebahagiaan, dan pelajaran sangat terasa membekas.

rasanya baru saja aku lahir kedunia, dan tanpa sadar sudah lama ku disini. entah masih lama ataukah sudah dekat, bisa saja besok, lusa, minggu depan, ataukah tahun depan, semua hanya rahasia ilahi. di tahun ini saatnya untuk-ku meng-evaluasi semua kesalahan dan penyesalan dimana kesempatan yang gemilang ku sia-siakan. dan setelah evaluasi itu selesai, saatnya ku menutup rapat-rapat buku kepedihan itu meskipun tak akan ku lupakan, setidaknya bisa merendam rasa sakit dan kekecewaan. dan saatnya mengambil pena lalu menulis lembaran di buku yang baru.

memang saat-saat yang paling berkesan dan sangat membekas itu ketika masa-masa usiaku yang ke 13. proses pendewasaan yang paling membekas sangat dalam. tetapi itu telah berlalu, aku hanya bisa menjadikannya sebagai pelajaran hidup untuk kedepan nanti. agar ku tidak terjatuh pada lubang rintangan yang sama.

seiringnya cobaan dan ujian yang silih berganti, disinilah aku bisa memetik hikmah dan hasilnya. karena dengan segala cobaan ini yang membuatku bisa kuat dan tau cara menghadapinya lagi, seakan ku mempunyai sejuta gudang sosuli dan motivasi pada diri.

semua itu menyadarkanku akan suatu hal, semua cobaan yang  buruk dimata kita belum berarti buruk dimata allah. dan suatu yang baik dimata kita belum berarti baik dimata allah. karena aku yakin dibalik cobaan yang diberikannya ada suatu renacana dibaliknya ... (^_^)

dan sekarang, saatnya mempersiapkan diri untuk menghadapi apa yang akan datang kedepan nanti. perjalananku masih panjang .. dan halangan dan rintangan masih menantiku hingga ku tutup usia ..