Sabtu, 27 Desember 2014

Wahai mujahidah, sadarkah kau?

apa artinya ucapan dan tulisan, bila tak sampai menyentuh hati.
pikiran ini tak mungkin bisa memberikan butiran penyemangat perjuangan.
bahkan rangkaian kata indah Mario teguh pun tak sanggup.
karena semangat ini datang dari keyakinan, dari hati. semangat API.

Apalah artinya sebuah komitmen?
bila hanya terikrar dalam lisan saja. janji bukan sebercanda itu.
janji dengan tuhan saja kau ingkari,
bagaimana dengan manusia?

apalah artinya kesenangan yang kau dapatkan ini, sudah puas kah?
sampai kapan terus-menerus menjual ayat-ayat Allah dengan harga murah?

apalah artinya sebuah amanah?
bila akhirnya menjadi sebuah jeruji besi pengekang ?
tidakkah selama ini kau sadar? semua itu mengekang dosa,
mengekang rencana kemaksiatan, yang dahulu kau kerjakan
tanpa adanya rasa bersalah dan penyesalan.

Wahai mujahidah, sadarkah kau?
sudah berapa banyak jejak kaki yang kau langkahkan.
tidakkah kau belajar untuk menghargai semua perjuanganmu selama ini?
sesali dosa, renungkanlah, dan berubahlah.
buang gunting duniawi itu, rajut kembali benang-benang karya akhiratmu,
hingga menjadi prestasi terbaikmu dan bersinarlah!