Sabtu, 24 Maret 2012

Menulis..


Tak perlu mempunyai bakat khusus untuk membuat maha karya ini. Cukup dengan bermodal keberanian untuk menulis saja sudah cukup jadi modal awal. Semua orang pasti bisa menulis, tapi yang dimaksud menulis disini adalah membuat suatu karya. Bisa saja berupa berita, fakta, dan cerita fiksi. Jamak kanan mungkin dari awal membaca tulisan ini sudah mengerti. Tetapi, bagaimana dengan jamak kiri? Kemungkinan mereka akan salah kaprah memproses apa yang dimaksud didalam tulisan ini.

Jadi, Tidak usah takut untuk menulis. Terutama untuk penulis pemula yang hanya tidak bisa menentukan diksi atau pilihan kata yang tepat. Lalu dengan mudahnya terpancing oleh putus asa. Karena apa? Wajar bila diksi masih tidak beraturan. Semua memang membutuhkan proses. Entah itu dengan cara cepat atau lambat. Pelan-pelan tapi pasti bila kita selalu membuat tulisan, itulah yang akan mengasah kualitas menulis kita. semakin kita berani mengambil resiko, lambat-laun kemampuan menentukan klosa kata pun akan mengikuti ke jalan yang lebih baik.

Kita jangan egois. Salah besar bila memilih jalan untuk berhenti menulis. Hidup itu memang butuh perjuangan, sebelum kita mendapat hasil yang memuaskan. Mustahil apabila kita bisa sukses tanpa adanya perjuangan sedikitpun. Itu bisa jadi sebuah tanda tanya besar, dari mana ia bisa sukses? Usaha apa yang selalu ia perjuangkan? Semua itu akan menjadi hal yang tidak masuk akal.

Berjuang lah untuk menulis. Sama seperti halnya pribahasa “cingkaracak ninggang batu semakin kita mengasah, semakin kita bisa. Kurang lebih seperti itu umpamanya. Tetapi ini hanya sekedar presepsi saja. Karena semua orang sudah pasti berbeda-beda. Dan mempunyai pendapatnya masing-masing. Kita tidak bisa memaksakan sebuah presepsi lain untuk disamakan dengan pendapat sendiri.

Tapi perlu diperhatikan juga, Semua kemauan itu harus ada tujuannya. bisa saja kita ada kemauan untuk menulis atau kemampuan menulisnya sudah melewati standard. Lalu menjadikan untuk ajang menyombongkan diri. Jangan! Jangan sekali-kali untuk berniat seperti itu. Atau kita semangat untuk menulis hanya demi sepatah-dua patah kata pujian dari orang lain. Ini hanya pesan saya, agar tidak terjerumus kedalam jurang kesombongan. Yang akan menyesatkan kita didunia-akherat. Jadi jaganlah sekali-kali berbuat seperti itu.

Tuhan memang  maha mengetahui isi hati manusia. Maka ikhlaskan lah dalam menulis, dan jangan lupa dengan selalu bertawakal kepada tuhan.Menulislah dengan keikhlasan hati, tanamkan rasa untuk berbagi. Karena hidup akan terasa lebih hidup jika kita saling berbagi pengetahuan satu sama lain. Dan saya menulis bukan hanya berbagi untuk diamalkan oleh orang lain. Begitu pula saya selagi menulis untuk ditanamkan kepada diri sendiri. Jadi tidak ada dusta diantara kita. alahh.. (^_^)

Semoga ini bisa jadi bermanfaat bagi semua yang telah membaca tulisan ini. keep smile.. dan SEMANGAT !! membuat maha karya terus  tingkatkan anak muda! ^_^

Kamis, 15 Maret 2012

jeritan hatiku

aku..

siapakah aku?
untuk apa aku dilahirkan?
bila aku dibesarkan hanya dengan tekanan batin
yang selalu melekat di jiwaku

janganlah mencoba paksa aku
menjadi orang lain,
yang bukan sama sekali jati diriku

aku adalah aku..
aku bukanlah kamu
aku bukanlah orang lain
aku bukanlah super hero atau pun cat woman
aku... hanyalah aku.. diriku

aku..
hanya bisa mengutarakan 
apa yang ku rasakan kedalam bentuk puisi
semua ini bagaikan luka tergores kaca
yang membekas didalam hati

apalah arti aku menangis
bila tak ada satu pun yang mengerti
jeritan dalamnya luka dalam hati

jiwaku lelah..
aku tidak bisa membendung tangisan batin
seakan mataku tidak mau menerima kenyataan
yang bisa tercurah tanpa ekspresi diri

aku tidak lemah..
aku bukanlah seorang anak kecil
yang selalu merengek meminta perhatian
dan menuntut akan ketidak adilan kasih

hidup ini keras..
yang tak sebanding bila ku balas dengan keterpurukan
aku yang kini terjatuh mencoba bangkit

aku..
memang bukan manusia yang sempurna
tapi ku selalu mencoba untuk sempurna
dihadapan-Nya
hanya di hadapan sang kuasa

Selasa, 13 Maret 2012

kepribadian sesosok anak perbandingan

Setiap orang tua pasti berkeinginan dan mempunyai harapan yang sama terhadap anak-anaknya, yaitu agar memiliki cita-cita yang lebih tinggi dari mereka dan sukses. atau keinginan untuk membangkitkan semua mimpi-mimpi yang terpendam mereka dulu. begitu pula sama dengan anak-anaknya, ia juga pasti berkeinginan untuk membahagiakan kedua orang tua nya. dengan cara menggapai semua impian dan harapannya.

orang tua mana sihh yang tidak ingin anaknya sukses. banyak sekali bahkan tidak terbilang total suaranya. terkadang cara-cara mereka untuk mendidik putra-putrinya dengan cara yang tidak lazim. khususnya terhadap anak yang telah menginjak usia remaja. sekitar antara 12-17 tahunnan. kadang ada saja orangtua yang beranggapan bahwa mendidik dengan cara merendahkan harga diri anaknya di depan publik, merupakan cara yang ampuh untuk membuat anaknya sadar atas kesalahan yang diperbuatnya. dan ada pula dengan cara membanding-bandingkannya dengan kakak-adiknya atau dengan orang-orang lainnya. akhirnya anak tersebut menjadi bahan tolak ukur yang seolah-olah kedua orang tua nya menjudge anaknya dengan hal yang negatif.

sementara cara yang digunakan diatas sangatlah fatal. meski para orang tua berniat untuk kebaikan anaknya. terkadang orang tua menjadikan tindakan tersebut sebagai pelampiasan masalahnya terhadap anak tetapi semua cara itu tidak akan membuahkan hasil yang baik bagi perkembangan psikis anak tersebut.
mengapa dampak buruk terjadi? karena anak sering mendapat perlakuan seperti itu, ia akan tumbuh dan berkembang karena rasa rendah diri, tanpa sedikit pun merasa dalam keadilan. sebaiknya orang tua jangan sekali-kali memakai cara seperti itu. karena semua cara itu akan berpengaruh besar terhadap sikap dan prilaku putra-putrinya.

coba bila kita lihat anak yang tumbuh dibesarkan oleh kalimat-kalimat bermanfaat. yaitu kata-kata motivasi yang akan membangun rasa kepercayaan dirinya. pasti akan berbeda hasilnya dengan anak yang dibesarkan dengan rasa rendah dirinya. karena survei membuktikan bahwa anak yang dibesarkan dengan kata-kata yang membangun, ia cenderung merasa percaya diri dan berprestasi dibandingkan dengan anak yang di besarkan dengan rasa rendah diri.

 jangan salah bila keadaan psikis pada anak-anak itu sangat bertolak belakang. tapi anehnya, menurut presepsi saya. kenapa orang tua selalu membanding-bandingkan anaknya dengan anak yang lebih unggul. coba bayangkan bila mereka merasakan bagaimana berada diposisi anak yang selalu dibandingkan nya itu. secara mereka para orang tua tak akan sedikitpun berminat untuk merasakan posisi tersebut.

memang pernah ada orang tua yang ketika ditanya, "mengapa anda selalu membanding-bandingkan anak yang berperilaku buruk, dengan anak yang berperilaku sebaliknya secara tajam dan terang-terangan??"
para orang tua itu menjawab. "agar anak saya bisa ter-motivasi dengan sesosok yang berperilaku baik itu agar ada kesadaran untuk berubah dan mengikutinya.. "
lalu terajukan kembali pertanyaan kepada orang tua itu. "lantas, mengapa dengan cara seperti itu anda memotivasi anak anda,? memang tidak ada cara lain yang lebih baik dari cara membanding-bandingkan kualitas anak??" serentak para orang tua itu menjawab. "dimana-mana juga kalau membadingkan itu dengan yang kualitasnya lebih baik. apakah mau bila dibandingkan dengan melihat kualitas buruknya?? tidak kan?!"
memang jawaban para orang tua yang keras kepala pasti seperti itu. secara tidak langsung orang tua yang seperti itu telah lebih memihak, tanpa memperdulikan anak yang berkelakuan buruk itu.

ini juga sangat berpengaruh dengan tingkat kualitas anak tersebut. anak akan cenderung berpikir bahwa orang tuanya itu pilih kasih dan anak tersebut merasa telah dibenci oleh kedua orang tuanya. sehingga ia akan berputus asa dengan keadaannya berada dalam tekanan mental. semua itu bisa menjadi sebuah alasan terjadinya sebuah perlawanan / pembantahan terhadap orangtua.

tetapi semua kepurukan ini bisa di cegah apabila si anak memiliki niat berpikir positif. terkadang orang tua melakukan cara tersebut, kadang kala dari pihak anak nya dahulu yang membuat ulah kepada orang tuanya. bila si anak berpikir untuk introspeksi diri dan membuat suatu komitmen dengan orang tuanya. niscaya si anak akan terbebas dari tekanan yang mendalam dari orang tuanya tersebut. lalu ia mulai untuk merubah sikap nya.

memang merubah sikap dan prilaku itu tidak mudah hanya dengan sekejap mata langsung berubah menjadi apa yang diinginkan. apalagi bila semua sikap buruknya itu telah menjadi kebiasaan dalam hidupnya. semua perubahan memang selalu membutuhkan proses. mana ada sesosok preman yang hari ini insyaf, lalu keesokan harinya ia telah menjadi ustadz. atau kita ambil contoh yang tanpa disadari selalu ada dalam kehidupan, yaitu membuat kue saja membutuhkan proses kan? tak akan mungkin ibu menyiapkan bahan-bahan mentah yang belum menjadi adonan, lalu tiba-tiba semua itu lelah siap saji menjadi kue.  itu semua sama sekali tidak masuk akal, benar kan?. semua sudah menjadi hukum alam yang tidak bisa direkayasa ataupun didustai dengan berbagai macam tipu daya manusia.

bagi sebagian pengguna logika, terkadang ada saja orang tua yang tidak percaya bahwa anaknya akan berubah dari sikap dan prilakunya negatifnya itu. apalagi bila orang tua sudah memberi 'CAP' sebagai anak yang pemalas, lelet, bodoh dan lain sebagainya..

(ilustrasi dari anak yang pemalas).
anak itu sudah berusaha mencoba unuk berubah, tetapi orang tua yang tak mau mengalah itu selalu saja manganggap ia sebagai anak malas, karena ia baru-baru ini sedang mempersiapkan, dan berikhtiar berusaha hijrah dari sifat malasnya. itu wajar, resiko bagi anak pemula.

karena semua perubahan itu bukan hanya sekedar memerlukan waktu yang singkat. akan tetapi harus dengan proses yang cukup lama. tergantung dari kemampuan dan apa yang akan dikehendakinya. jadi ketika seorang anak akan berubah. lebih baik membicarakannya dengan kedua belah pihak, agar semua kembali normal. ingat satu lagi, jangan lupa untuk selalu bertawakal agar dimudahkan perencanaannya.

jadi, semua anak di muka bumi ini tidak ada yang prilaku buruk, semua memiliki prilaku yang baik. tapi bila kita melihat anak yang menyimpang sosial. itu bisa jadi karena cara didik orang tuanya sejak dini dan lingkungan dimana ia dibesarkan.

pesan bagi para orang tua..
didiklah anak dengan cara se-terbaik mungkin yang bisa anda lakukan, bagaimanapun caranya. selama cara itu bisa membangkitkan rasa percaya diri seorang anak. ^_^

Senin, 12 Maret 2012

lebih baik mencoba

menulis sebuah tulisan mungkin bagi seoran jurnalis yang handal, penulis adalah pekerjaan yang sangat mudah. mungkin hanya perlu waktu 1 jam mereka bisa dapat membuat banyak tulisan. tapi coba kalo aku, mau ngeposting satu tulisan ajah perlu waktu berhari hari hhe.. apalgi kalo udah di hadapkan dengan pemilihan diksi nya... nah itu yang paling menantang bagi seorang pemula. yang lebih pasti itu aku..

sulit rasanya memilih bahasa yang nyaman dan enak untuk di baca untuk setiap tulisan yang mau aku posting. yaa aku tau kemampuan setiap orang itu pasti berbeda beda dan gak ada yang sama. kalo menurut presepsi ku tuhh gitu. tapi apa salahnya kan jika mencoba dan berlatih. dari pada yang tidak mencobanya sama sekali bukan??

pilihan yang aku ambil ini pasti beresiko. sebab yang selalu manghambat pembuatan tulisanku ini adalah faktor lupa. sering ku alami setiap udah standby didepan layar monitor. sebenarnya sihh banyak ide ide dipikiranku ini. tapi cara mengutarakan dan merangkai kata-katanya itu lohh, yang selalu saja jadi pemikiranku untuk mencari solusi dan strateginya. yang paling tidak mudah aku pastikan yaitu fokusnya alur tulisan postingan aku.

tapi aku akan selalu berusaha untuk melatih dan mencari wawasan agar diksi yang aku pakai ini nyambung. dan .. alurnya fokus tidak meloncat loncat . semangat!! :D

kisah angkot Ciwastra-Uber

angkutan kota.. atau sering disebut juga dengan angkot. setiap pagi aku selalu naik angkot jurusan Ciwastra-Ujung Berung untuk menuju sekolah. di tempat inilah ku selalu mendapat inspirasi atau ide-ide yang bagus.

seiring berjalannya waktu, semakin bertambahnya berbagai pengalman ku bersama angkot ini. aku selalu menyebutnya si angkot lola. karena masih pagi ajah udah loading ngetemnya ampun dehh bukan main. mungkin bagi penumpang yang ga sabaran hatinya selelu gelisah dan banyak pula dalam batinnya berkata. "kapan angkotnya maju sihh ?? dari tadi ngetem muluu...-_-" hha tapi hal itu tidak pernah terjadi dalam hidupku. yaahhh kan namanya juga sama sama tukang 'ngaret' hehehe

disinilah tempat berkumpulnya sang pendengar yang baik hati dari berbagai penjuru daerah, yang selalu setia bila ada salah satu penumpangnya yang suka curcol. mau gak mau sihh para penumpang yang lainnya harus dan wajib menampung semua curcolnya penumpang tukang curhat itu. karna mau keras atau pelan volume juga pasti terdengar sampai ke telinga para penumpang yang lainnya.

ada enaknya dan ada ga enaknya. mungkin enaknya tuh bisa bagi informasi dengan si miss curcol. meskipun si pendengar hanya diam di tempat, lirik lirik. bahkan ada yang rela merhatiin dari awal sampe akhir, demi tercapai rasa ingin tau dan penasarannya. mungkin da juga si penumpang yang jutek yang ga mau sama sekali ngedenger sepatah kata pun dari si miss curcol. biasanya si penumpang jutek udah mempersiapkan diri dengan usahanya membawa headset dari rumah atau mp3. agar tidak terdengar sedikitpun dari semua curhatannya.

bukan hanya si miss curcol aja yang banyak jadi karakter di mobil angkot ini. bahkan miss kutu buku juga ada lhoo.. tapi penumpang yang seperti ini jarang ditemukannya. hanya musim lah yang bisa menentukan berapa banyaknya penumpang tersebut. yaa.. bila musim UTS dan UAS aja biasanya maraknya penumpang kutu buku . dari anak anak SMP hingga SMA/SMK semua pada pegaang buku.

kalo lagi musim musimnya pegang buku. aku biasanya hanya bisa terdiam menatap pemandangan yang hening itu. nahh.. asyik asyiknya suasana dalam angkot itu waktu si sopir nya tiba tiba ngebut balapan sama angkot yang lainnya. wah rame banget dehh .. apaligi kalo udah nyampe tikungan tajam, rasanya penumpang dibawa nge-drive sama sopirnya . haha

di angkot ini bukan hanya penumpangnya aja yang pada unik . ternyata sopir nya juga..?! kalo sopir yang gaul pagi pagi tuhh udah nyalain lagu lagu DJ di mp3 nya. waw kerennya. jadi pagi pagi tuh udah jedag jedung gimana gitu. tetapi jarang yang aku temui di angkot jurusan Ciwastra-Ujung Berung. rata rata selera sopir angkot ini pada dangdutan. pagi pagi udah semangat jalanin mobil ngejar setoran diiringi lagu dangdut pastinya.

kadang juga ada sopir yang menghayati lagu kesukaannya sambil nyanyi-nyanyi pake suara volume yang tinggi. bahkan ngalahin suara musiknya. ajigilee.., sampe sampe penumpangnya ada yang kaget segala lagi.

tapi hal yang paling aku benci . kalo si sopir angkot udah keasyikan ngetem  aku lagi kesiangan berangkat sekolah. aaarrrrgggghhh.. udah tau jam 7 tuh udah pada kaga ada penumpang, masihh aja setia nunggu. suka senyum senyum sendiri rasanya kalo udah ada penumpang yang udah ga sabar kapan majunya angkot. sampe sampe ngelakuin berbagai cara untuk meluluhkan hati sang sopir angkot .

yang paling membekas di pikiran aku tuhh saat ada penumpang yang duduk didepan. mungkin dia tipe orang yang nekat dan pemberani. karna disaat si sopir angkotnya ngetem lama. dia langsung angkat hp nya pura pura nelepon rekannya atau mamanya. yang ngaduin si sopir angkotnya ngetem lama. ampunn dehh penumpang yang satu ini.

mungkin si sopir berpikir  "sabar neng namanya juga lagi cari usaha neng." bagi sopir yang tipe orang sabar sih pasti mikir kaya gitu. coba kalo yang pemarah bisa jadi malah berpikir kaya gini. "bisa diem kaga sihh?? bisi di pelet siahh ku aing"
.




Kamis, 01 Maret 2012

diantara sandiwara dan nyata

roda kehidupan pasti akan selalu berputar. Apakah itu suasana, peristiwa, hati.. Pasti akan selalu berubah-ubah sesuai dengan Skenario-Nya. Hidup itu bagaikan sandiwara dalam film terkadang menjadi tokoh utama, begitupun sebaliknya. Sama seperti sebuah film, mungkin hanya berbeda sedikit dengan kehidupan.

seperti Sandiwara dan nyata, didalam sebuah film mungkin hanya berbeda sedikit dengan kehidupan. didalam sebuah film pasti tidak akan seru jika tidak dibumbui dengan bubuk kebahagiaan yang seringkali tumbuh menjadi tangan kasih sayang. dan yang dikatakan sebagai aktor pemainnya adalah kita sendiri berserta rekan kerja yang disebut sebagai teman. sebelum diri memainkan sekenario, diri diajukan 2 pilihan oleh sutradara yang maha kuasa. apakah ingin menjadi pemain antagonis atau protagonis, it's free.. disini diri bebas untuk memilih dan rekan kerjanya pun sudah tersedia didalam masing-masing pilihan tersebut.

sesudah mendapatkan pemain, kini para kru-kru ikut turun tangan untuk menyempurnakan dan mengedit-edit watak dan kelakuan si pemain. dan kru didalam film ini bukannya satu atau dua orang saja, melainkan tidak terhingga jumlahnya. jika para pemeran iu mendapatkan kru yang baik hati maka ia akan mendapat realword nya yaitu episode happy ending. tapi jika pemain itu sial malah mendapat kru yanh jail, maka ia juga sama akan mendapat realword. hanya bertolak beakang dengan kru yang baik hati itu. yaitu mendapatkan episode sad ending.

sekelompok kru film selalu saja ia mempunyai sejuta rayuan maut untuk menggoda sang pemain. bila si kru baik hati, ia hanya membawa sekantung bibit yang special, yang Jika terus dipelihara, bibit itu akan semakin berkembang, maka akan menghasilkan sebuah keindahan yang sering disebut dengan cinta. kru ini lah yang sering membawakan perasaan senang dan kedamaian dalam hati

tetapi lain lagi dengan si kru jail, karen ia kehabisan bibit kasih sayang. terpaksa ia hanya bisa mengambil sisa dari penyaringan bibit tersebut. yang dinamakan dengan nama virus kesakitan. jika ada yang terkena pasti bawaannya cemberut, galau, sakit hati dan bagi yang gak kuat dengan virus ini, bisa-bisa menyebabkan frustasi yang akhirnya gantung diri.

setiap kerusakan pasti bisa diperbaiki, setiap penyakit pasti ada obatnya kan?, dan setiap masalah juga pasti ada keluarnya. semua virus itu dapat dicegah dengan obat kesetiaan.. yang akan menggantikan perasaan yang hilang akibat radiasi virus kesakitan itu.

ternyata bila dibandingkan, sandiwara itu tidak berbeda dengan kehidupan yang sebenarnya.