Rabu, 25 Maret 2020

Manusia dan ekpresi

Manusia terkadang ia bisa menjadi seorang makhluk yang selalu ingin mengekspresikan diri, menyalurkan apa yang ia pikirkan, sebagiannya lagi ingin menyalurkan apa yang dirasakan...

Maka betul apa yang dikatakan maslow, bahwa tingkatan tertinggi manusia adalah aktualisasi diri. Karena beraktualisasi bisa diartikan sebagai berekspresi. Menyerukan, mengeluarkan, menyebarkan apa yang ada didalam hati dan pikirannya.

Disini kita bisa melihat isi dari kepala dan hati seseorang dari apa yang selalu ia tampakan ke permukaan. Walaupun manusia juga pandai berkamuflase, tapi jati diri yang sebenarnya tidak bisa ternafikan. Tidak bisa tersembunyikan. Semua hanya persoalan waktu saja. Pesan akan cepat sampai, ada juga yang lambat untuk dicerna.

Karena manusia senang akan keindahan, ketenangan, itulah dasarnya mengapa ia ingin selalu dimengerti. Menjadi bukti keberfungsian sebuah akal pikiran yang kita masing masing miliki.

Membicarakan manusia, adalah topik yang tak pernah usai untuk diperbincangkan. Uniknya, setiap kali membahas tentang pengamatan manusia, kita tidak pernah menemukan titik final yang sesungguhnya, akan selalu ada tambahan tambahan ilmu baru tentang perilakunya.

Manusia itu dinamis, sesuai dengan lingkungan dan kondisi alam yang ia tempati. Karena lambat laun iklim cuaca pun berpengaruh pada perilaku dan kebiasaannya dalam menata hidup bahkan sampai cara ia berpikir melakukan sesuatu.

Bahkan al ghazali berpendapat bahwa sifat manusia bisa ditentukan pada sesuatu yang selalu ia makan setiap harinya. Kemudian di benarkan oleh dr zaidul akbar, yang begitu membara tanpa kehabisan semangat untuk menyebarkan hidup sehat ala rasulullah.



Tidak ada yang salah, karena tulisan ini bukan untuk mencari perkara hasil dari sesuatu pengamatan.

Dari segala aspek yang ada di dunia ini, selalu manusia yang bisa masuk kedalam bahasannya.
Dari segi sosial, manusia bisa didefinisikan, dari segi politik pun manusia bisa dideskripsikan.
Dari apapun manusia selalu bisa hadir menempati ruang ruang yang tersedia didalamnya.

Ketika manusia tidak berekspresi, maka emosi emosi akan menumpuk dan terus menumpuk didalam dirinya. Hanya persoalan waktu jika terus ditimbun, maka akan meluap juga. Namun cara meluap nya pun berbeda beda. Karena beragam, ditarik 2 garis besarnya.

Manusia pertama ketika memiliki emosi yang terprndam, ketika overload ia menjadi banyak diam beserta dengan tatapan kosongnya, dan inginnya menghindari keramaian. Memilih dengan siapa ia ingin berbicara dan bertemu. Bahkan ekstrimnya ia mengisolasikan dirinya sendiri. Bila terus diikuti, akhirnya membawa pada imajinasi imajinasi yang tidak terjadi didunia sebenarnya. Halusinasi. Bahkan bisa merambat ke dalam masalah yang lebih serius, yaitu sakit bahkan kerusakan fisik.

Manusia yang kedua, ia justru berlaku sebaliknya. Karena dorongan emosi emosi jiwa yang tak tertahankan. Akhirnya ia salurkan dan muncul menjadi bentuk yang bisa dinikmati banyak orang. Karena keindahannya. Bahkan bisa bermanfaat untuk orang yang membutuhkannya.

"Tidak peduli seberapa menderitanya dirimu, Ternyata kisah terpahit dalam hidup ini pun diciptakan untuk orang lain yang membutuhkannya."

Mungkin bisa saja manusia di anugerahkan potensi berekspresi, tapi jangan lupa juga bahwa manusia diberi kebebasan untuk bijak menyikapi ekspresi tersebut. Kalau penulis pastinya akan memilih manusia yang kedua. Berekspresilah tanpa menyakiti diri sendiri, sehingga memberi kebermanfaatan untuk semua orang dibumi ini. Apapun yang terjadi Teruslah untuk hidup, dan menebarkan kebaikan.

Senin, 30 Oktober 2017

Tidakkah kau ingat?

mata ini sudah lelah
lisan hanya terbungkam membisu
sungguh tak terhitung goresan ini
berapa banyak tusukan, robekan, kebocoran

telinga ini tak sanggup mendengar
rangkaian kata-kata indah namun tiada arti
kedua tangan?
hanya membantu menyumbatnya

entah berapa banyak keluhan ini
puluhan, ribuan, jutaan, bahkan tak terhingga
andaikan hati dapat berbicara
untaian nasehat tidak akan datang terlambat

jam dinding hanya bisa merasa iba
tak bisa menghentikan detik yang terus melaju
jasad ini hanya pasrah mengikuti perintah
kapankah keyakinan ikut menyertai langkah ini?

tapi, tidakkah kau ingat?
dengan janji manis menggugah jiwa
mendengarnya menggetarkan raga
membacanya menerangi penglihatan

janji pasti bagaikan perniagaan
berjanji membeli aset perjuangan
lalu digantikannya dengan surga
pembeli yang maha Dermawan

Minggu, 04 Desember 2016

Ketika anak yang "aneh" berkomunikasi


Komunikasi bagaikan daging yang melekat pada tulang. Sehingga komunikasi tidak dapat dipisahkan begitu saja dari peradaban manusia. Dengan komunikasi, ada proses penyampaian pesan pada komunikan. Hal ini merupakan suatu kewajaran yang diakui manusia.

Tetapi tidak dengan anak yang selalu gagal dalam menyampaikan pesan, karena disetiap interaksinya ia tidak mendapatkan feedback yang diharapkan. Karena yang kembali bukanlah sebuah kepahaman oranglain, justru berubah menjadi bahan ejekan, pengkucilan karena dianggap aneh (tidak menyambung), hingga tindakan ekstrim dengan membully. Seandainya ada UU yang melindungi para komunikator ini, namun faktanya, bagaikan menunggu pesawat terbang dipelabuhan. Tidak ada hukum yang dapat melindunginya.

Menurut pengamatan saya, Ketika seorang anak gagal menyampaikan pesan. Banyak dampak yang ditimbulkan. Baik secara eksternal maupun internal anak. Rata-rata anak ini disebut manusia aneh. Namun apa yang sebenarnya terjadi didalam internal mereka?
Hal yang paling sederhana yaitu timbulnya stress. Karena merasa tertekan dengan perkataan teman-teman dan merasa dikucilkan dalam lingkungan sosialnya. Dari aspek konsep diri, anak cenderung memiliki kepercayaan diri yang rendah, sehingga keadaan ini menuntutnya jadi seorang pendengar yang baik (pendiam). Sehingga berpengaruh pada hasil belajar dan prestasinya disekolah.

Ketika ditelusuri lebih dalam, apa penyebab utama dari kasus anak tersebut. Ternyata hal ini terjadi akibat dari pola asuh orangtua yang cenderung otoriter. Mengapa? Karena pada pola asuh ini orangtua lah yang menjadi pengendali seluruh kehidupan anak. Sehingga anak tidak memiliki hak untuk memilih bahkan hak berbicara. Karena apapun serba diatur, bila anak tidak tunduk maka orangtua terus menekannya agar melaksanakan perintahnya. Baik itu perkataan bahkan tindakan fisik. (Jenis komunikasi defensif)

Dampaknya anak menjadi tidak terlatih komunikasi dan tidak dapat mengekspresikan perasaannya / menjadi seorang introvert. Karena anak terlalu banyak mendapat tekanan, baik itu dari keluarga yang otoriter, berbagai dinamika dilingkungan sosial. 

Lalu apa yang akan terjadi pada mental anak? Hanya ada 2 kemungkinan, namun hal tersebut bergantung pada kualitas koping stressor yang dimilikinya.
Anak yang memiliki koping stressor yang baik, ia tidak akan menjadi seorang yang depresi, seperti pohon kurma yang semakin ditekan, semakin akarnya menghujam kedalam tanah. bahkan cenderung untuk mencari lingkungan yang dapat menerimanya. Menjadi seorang pendengar yang baik, peka terhadap perasaan oranglain. Meskipun Buku diary lah satu-satunya teman yang paling mengerti keadaannya. Karena menulis menjadi penyalur stress, kemungkinan peluang menjadi seorang penulis sangatlah besar. Namun selain ia akan menjadi teman curhat yang membuat oranglain nyaman berada didekatnya. Tidak heran bila ia menjadi seorang yang bijak.

Lain halnya dengan kondisi anak yang memiliki koping stressor lemah, maka yang akan terjadi ia cenderung akan memiliki perilaku yang menyimpang. Menyalurkan stressnya pada hal negatif sehingga potensi terbawa pergaulan bebas sangat tinggi. Karena yang ia cari adalah sebuah ketenangan dan kebahagiaan. 

Maka dari itu, ketika kita menemukan anak dengan gagal komunikasi. Mereka bukanlah orang yang terhina. Coba dekati. Karena yang mereka butuhkan adalah pengakuan sosial, kebahagiaan, perhatian, dan kasih sayang yang tulus.

Sabtu, 27 Desember 2014

Wahai mujahidah, sadarkah kau?

apa artinya ucapan dan tulisan, bila tak sampai menyentuh hati.
pikiran ini tak mungkin bisa memberikan butiran penyemangat perjuangan.
bahkan rangkaian kata indah Mario teguh pun tak sanggup.
karena semangat ini datang dari keyakinan, dari hati. semangat API.

Apalah artinya sebuah komitmen?
bila hanya terikrar dalam lisan saja. janji bukan sebercanda itu.
janji dengan tuhan saja kau ingkari,
bagaimana dengan manusia?

apalah artinya kesenangan yang kau dapatkan ini, sudah puas kah?
sampai kapan terus-menerus menjual ayat-ayat Allah dengan harga murah?

apalah artinya sebuah amanah?
bila akhirnya menjadi sebuah jeruji besi pengekang ?
tidakkah selama ini kau sadar? semua itu mengekang dosa,
mengekang rencana kemaksiatan, yang dahulu kau kerjakan
tanpa adanya rasa bersalah dan penyesalan.

Wahai mujahidah, sadarkah kau?
sudah berapa banyak jejak kaki yang kau langkahkan.
tidakkah kau belajar untuk menghargai semua perjuanganmu selama ini?
sesali dosa, renungkanlah, dan berubahlah.
buang gunting duniawi itu, rajut kembali benang-benang karya akhiratmu,
hingga menjadi prestasi terbaikmu dan bersinarlah!

Rabu, 14 Mei 2014

Sekilas Tentang Keperawatan

Mungkin orang-orang dimasyarakat saat ini selalu beranggapan bila seorang perawat itu pembantu dokter, tapi itu sama sekali tidak benar. Meskipun termasuk kedalam gabungan tim medis, tetapi profesi keperawatan sebenarnya berbeda ranah dengan profesi dokter.
Jadi, apa itu perawat? Dan apa itu keperawatan?
penjelasan singkatnya menurut teori adalah sebagai berikut.

Apa itu Keperawatan?
yaitu merupakan suatu bentuk layanan kesehatan professional yang merupalan bagian integral dari layanan kesehatan berbasis ilmu dan kiat keperawatan.

Apa itu perawat?
Seseorang yang telah lulus pendidikan perawat dan memiliki kemampuan serta kewenangan melakukan tindakan keperawatan berdasarkan ilmu yang dimilikinya, yang diperoleh melalui pendidikan keperawatan.

Jadi sudah jelas kita sudah bisa membedakan apa itu perawat dan keperawatan. Proses keperawatan pun sama halnya seperti negeri ini, yaitu sama-sama memiliki sejarah. Dari sejak zaman purbakala ternyata telah tercipta proses keperawatan, namun pada zaman primitif ini tidak melandaskan teori dan pengetahuan, melainkan hanya menggunakan Mother Insting (naluri keibuan) dan kepercayaan terhadap kekuatan alam yang dianggap spiritual.


Tetapi Seiring perjalanan waktu tehnologi pun mulai berkembang, proses keperawatan pun berkembang dengan pesat. karena adanya salah satu tokoh pelopor dan sampai kini dianggap sebagai ibu keperawatan sedunia. siapakah itu? (tentunya bukan ibu saya. hehe...) yaitu bu Florence Nightingale.

atas jasa-jasanya yang tanpa kenal takut mengmpulkan korban perang pada perang Krimea, di semenanjung Krimea, Rusia. dengan semua tekad dan perjuangan beliau, hingga akhirnya menjadi ibu keperawatan dunia. beliau merilis sebuah buku karangan yang menjadi acuan pada kurikulum disekolah Florence, dan sekolah keperawatan lainnya. salah satu bukunya yaitu berjudul, Notes On Nursing. wow pokoknya amazing deh prestasinya bu florence..

mungkin banyak juga orang yang bingung sebetulnya fungsi dan peran seorang perawat profesional itu seperti apa sih? karena pada umunya sebagian orang hanya melihat sehari-harinya di rumah sakit merawat pasien. apa memang ada peran dan fungsi yang lain? nah ternyata selain bertugas sebagai pemberi asuhan keperawatan. perawat pun memiliki fungsi dan peran yang lainnya.

berdasarkan teori, fungsi perawat terbagi menjadi 3 bagian. yaitu:
1. fungsi Independent (mandiri)
yaitu tidak tergantung orang lain dalam melakukan kebutuhan dasar manusia, sesuai dengan keputusan sendiri dan kewenangan perawat.

2. Fungsi Dependent
yaitu melaksanakan kegiatan asuhan keperawatan berdasarkan intruksi profesi lain (misalnya dokter)

3. Fungsi Interdependent
yaitu bersifat saling ketergantungan diantara tim satu dengan tim yang lain.

sedangkan peran seorang perawat berdasarkan teori terbagi 7, yaitu:
  1. Pemberi asuhan keperawatan
  2. Advokat klien (pelindung)
  3. pendidik (pemberi pendidikan)
  4. koordinator (mengatur asuhan keperawatan)
  5. kolaborator (kolaborasi dengan tim medis lainnnya)
  6. konsultan 
  7. pembaharu

mungkin hanya itu saja yang dapat saya sampaikan di postingan kali ini, semoga bisa bermanfaat dan menambah wawasan sekilas tentang keperawatan.^^