mata ini sudah lelah
lisan hanya terbungkam membisu
sungguh tak terhitung goresan ini
berapa banyak tusukan, robekan, kebocoran
telinga ini tak sanggup mendengar
rangkaian kata-kata indah namun tiada arti
kedua tangan?
hanya membantu menyumbatnya
entah berapa banyak keluhan ini
puluhan, ribuan, jutaan, bahkan tak terhingga
andaikan hati dapat berbicara
untaian nasehat tidak akan datang terlambat
jam dinding hanya bisa merasa iba
tak bisa menghentikan detik yang terus melaju
jasad ini hanya pasrah mengikuti perintah
kapankah keyakinan ikut menyertai langkah ini?
tapi, tidakkah kau ingat?
dengan janji manis menggugah jiwa
mendengarnya menggetarkan raga
membacanya menerangi penglihatan
janji pasti bagaikan perniagaan
berjanji membeli aset perjuangan
lalu digantikannya dengan surga
pembeli yang maha Dermawan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar