Tak perlu mempunyai
bakat khusus untuk membuat maha karya ini. Cukup dengan bermodal keberanian
untuk menulis saja sudah cukup jadi modal awal. Semua orang pasti bisa menulis,
tapi yang dimaksud menulis disini adalah membuat suatu karya. Bisa saja berupa
berita, fakta, dan cerita fiksi. Jamak kanan mungkin dari awal membaca tulisan
ini sudah mengerti. Tetapi, bagaimana dengan jamak kiri? Kemungkinan mereka
akan salah kaprah memproses apa yang dimaksud didalam tulisan ini.
Jadi, Tidak
usah takut untuk menulis. Terutama untuk penulis pemula yang hanya tidak bisa
menentukan diksi atau pilihan kata yang tepat. Lalu dengan mudahnya terpancing
oleh putus asa. Karena apa? Wajar bila diksi masih tidak beraturan. Semua
memang membutuhkan proses. Entah itu dengan cara cepat atau lambat. Pelan-pelan
tapi pasti bila kita selalu membuat tulisan, itulah yang akan mengasah kualitas
menulis kita. semakin kita berani mengambil resiko, lambat-laun kemampuan
menentukan klosa kata pun akan mengikuti ke jalan yang lebih baik.
Kita jangan
egois. Salah besar bila memilih jalan untuk berhenti menulis. Hidup itu memang
butuh perjuangan, sebelum kita mendapat hasil yang memuaskan. Mustahil apabila
kita bisa sukses tanpa adanya perjuangan sedikitpun. Itu bisa jadi sebuah tanda
tanya besar, dari mana ia bisa sukses? Usaha apa yang selalu ia perjuangkan?
Semua itu akan menjadi hal yang tidak masuk akal.
Berjuang
lah untuk menulis. Sama seperti halnya pribahasa “cingkaracak ninggang batu” semakin
kita mengasah, semakin kita bisa. Kurang lebih seperti itu umpamanya. Tetapi
ini hanya sekedar presepsi saja. Karena semua orang sudah pasti berbeda-beda.
Dan mempunyai pendapatnya masing-masing. Kita tidak bisa memaksakan sebuah
presepsi lain untuk disamakan dengan pendapat sendiri.
Tapi perlu
diperhatikan juga, Semua kemauan itu harus ada tujuannya. bisa saja kita ada kemauan untuk menulis atau kemampuan menulisnya
sudah melewati standard. Lalu menjadikan untuk ajang menyombongkan diri.
Jangan! Jangan sekali-kali untuk berniat seperti itu. Atau kita semangat untuk
menulis hanya demi sepatah-dua patah kata pujian dari orang lain. Ini hanya
pesan saya, agar tidak terjerumus kedalam jurang kesombongan. Yang akan
menyesatkan kita didunia-akherat. Jadi jaganlah sekali-kali berbuat seperti
itu.
Tuhan
memang maha mengetahui isi hati manusia.
Maka ikhlaskan lah dalam menulis, dan jangan lupa dengan selalu bertawakal kepada
tuhan.Menulislah dengan keikhlasan hati, tanamkan rasa untuk berbagi. Karena
hidup akan terasa lebih hidup jika kita saling berbagi pengetahuan satu sama
lain. Dan saya menulis bukan hanya berbagi untuk diamalkan oleh orang lain.
Begitu pula saya selagi menulis untuk ditanamkan kepada diri sendiri. Jadi tidak ada dusta diantara kita. alahh.. (^_^)
Semoga ini
bisa jadi bermanfaat bagi semua yang telah membaca tulisan ini. keep smile.. dan SEMANGAT !! membuat
maha karya terus tingkatkan anak muda! ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar