Sabtu, 06 Oktober 2012

Catatan Si Labil

saya paling tidak suka dipaksa!
terutama hal itu membuat jadwal saya berantakan dengan seenaknya..... (dan lain sebagainya)

saya mengganggap hal itu wajar saja, karena gadis seusia saya itu masih labil.
dan itu menjadi sebuah alasan sebagaimana sebuah peraturan diperketat, semakin pula peraturan itu ingin dilanggar!
karena rata-rata remaja yang sedang dalam masa pubertas, belum bisa mengendalikan emosi, selalu diguncang oge dengan tempramen yang sama sekali tidak beraturan. kadang rendah, kadang sedang, dan kadang pula naik drastis..

labil..
yaa,, sangat labil..
menurut kamus besar bahasa Indonesia, labil itu diartikan sebagai

Labil [a] (1) goyah; tidak mantap; tidak kokoh (tt bangunan, pendirian, dsb);


mungkin ada pula remaja disuatu tempat, ia merasa sama sekali tak mengetahui kemampuan yang sebenarnya ia miliki, karena ia selalu merasa bahwa ia tidak memiliki kemampuan apapun dan potensi didalam bidang apapun. baik itu dibidang akademis dan bidang non-akademis. karena menurut presepsi saya, faktor labil itulah bagaikan portal tinggi yang menghambat penglihatanya. sehingga menyebabkan remaja itu selalu memangdang dirinya tak berguna.

itulah yang cukup bayak saya temukan pada remaja remaja lain. entah itu teman sebaya, remaja yang usianya lebih tua dari saya, ataupun usianya lebih muda dari saya.
hal itu tak akan menetap selamanya. tetapi, lambat laun akan berjalan dan berkembang dengan sendirinya.
mungkin hanya jangka waktunya saja yang tidak bisa ditentukan.
entah itu dalam waktu jangka panjang maupun dalam jangka waktu yang singkat. semua tergantung pada diri masing masing, dan bisa juga oleh faktor lingkungan setempat.

memang tidak semua remaja yang labil dalam hal menentukan kemampuan. ada juga remaja yang telah mengetahui kemampuannya, tetapi ia tidak tahu
"siapakah diri saya yang sebenarnya? apakah saya itu baik? ataukah saya itu jahat?
atau.. atau,, dan ataukah saya itu.."
kira-kira seperti itulah yang selalu hinggap didalam pemikirannya, karena emosi nya tidak selalu menetap.
terkadang ia ramah, terkadang ia menjengkelkan, dan lain sebagainya.

mungkin ada pula yang selalu bertanya tanya..
"mengapa tak ada satupun orang yang bisa mengerti aku? kenapa tidak ada satuu saja yang mengerti tentangku? kenapa tidak ada yang peduli keberadaan ku? dan masalah yang sedang dialamiku?? kenapaaa.....????"

dan hal itulah yang selalu saya temukan.
 coba kita kembali ke awal, bahwa masa labil itu selalu diguncang EGO.
nah rasa ego inilah yang menyebabkan para remaja berpikiran persis dengan keluhan diatas. mengapa demikian? karena rasa ego itu yang membuat diri kita selalu merasa benar. dalam hal apapun, entah itu dari tindakan, prilaku, dan lain sebagainya..

padahal kita tidak pernah tau, ataupun tidak pernah ingin tau bahwa yang sesungguhnya siapa yang benar ataupun siapa yang salah. itulah ego. kebanyakan orang menyebutnya dengan kata egois.
ya itulah arti dari kata egois menurut pandangan saya, tetapi apabila diterjemahkan kata itu sendiri masih luas makna dan artinya. karena egois itu selain menurut pandangan saya sendiri. kata egois itu sangat beragam.

sesungguhnya bisa saja kesalahan terletak pada cara orangtua mendidik anak-anaknya masing-masing, karena bisa saja orangtua masih menganggap anaknya seperti anak kecil yang belum bisa untuk mandiri. sehingga menebabkan para orangtua selalu mengatur-ngatur jadwal ataupun kebiasaan anak sesuka hati.
iya,, benar, benar sekali tentu saja para orangtua melakukan hal yang sedemikian rupa itu demi kebaikan anaknya sendiri. tetapi, apa yang didapat? karena rasa ego nya ini yang kemungkinan besar para remaja selalu membantah nasihat-nasihat orangtuanya

seharusnya disinilah para orangtua mengubah cara mendidik dan pada saat ini lah oranrtua harus extra hati hati mengawasi anak yang sedang masa pubertas. yang sebelumnya selalu mengatur anak sehingga tidak memberi kebebasan. rubahlah cara tersebut menjadi hanya membimbing anak tersebut agar selalu tetap pada jalan yang benar. mungkin hal ini cukup sulit untuk para orangtua yang perfeksionis, karena sudah terbiasa dengan cara yang dahulu mendidik anaknya sewaktu ia masih kecil.
ini juga bisa menjadi bahan evaluasi bagi para orang tua yang mempunyai anak remaja.

dan sebagai pihak remaja, rasa ingin mempunyai kebebasan itu memang tidak ada yang melarang, karena itu adalah salahsatu hak asasi manusia untuk bebas. tetapi kita juga harus tau batasan-batasan untuk bebas. karena apabila kita ingin bebas dalam catatan hal yang negatif, itulah yang paling berbahaya.
karena masa depan semua ada digenggaman tangan kita. tergantung dari pilihan mana yang akan kita pilih.
bebas dalam hal negatif = hidup dalam kesengsaraan dan selalu dihantui rasa penyesalan kelak nanti.
ataupun
bebas dalam hal positif = hidup sukses dan bahagia kelak nanti

hidup itu pilihan, jadi ayolah bangkit dari keterpurukan dan hal hal yang menjadikan kita enggan untuk berkarya. karena masa depan yang gemilang itu sedang menanti anda, dan dunia pun selalu menantikan aksi terbaik anda. jangan putus asa sampai disini. berhentilah untuk mengeluh semua akan indah pada waktunya ..
dan anda yang masih dalam masa pubertas, jangan sampai menyesal karena telah memilih jalur yang salah. ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar