melihat segala kehidupan
mendengar jerit tangis riang canda
hanya bisa terpaku dengan keadaan
Mata yang begitu lelah meratapi nasib
Kerut kulitmu tergores waktu
masih sanggupkah engkau melangkahkan kaki?
aku yang berdiri disudut ruangan
terpaku diam dalam bisu
bayangan mentari tergantikan malam
terjatuh diatas raut wajah
kudapati sebuah cermin
menceritakan gambaran diri
ohh.. cermin tua
mengapa sang waktu cepat berlalu?
keinginan hati untuk kembali
pada masa ditimang manja
hingga ku tak mengenal penyesalan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar